Mencari rumah yang memiliki kualitas air tanah yang baik sudah tidak mungkin lagi kita temukan di daerah DKI Jakarta dan sekitarnya. padatnya pemukiman penduduk, bertumbuhnya industri-industri baik rumah tangga atau pabrik serta tingkat kesadaran masyarakat perkotaan yang kurang atau masih rendah menjadi penyebab utama tercemarnya air tanah di DKI Jakarta dan sekitarnya. Untuk mengatasinya banyak yang menggunakan air PAM namun berapa biaya yang dikeluarkan setiap bulan untuk itu. Coba bayangkan untuk satu galon/jerigen air kaleng air bersih saja harganya bisa mencapai Rp.1000, sedangkan untuk air mineral harganya bisa mencapai Rp.9000 pergalon. selain itu ada juga yang menggunakan proses kimia untuk mendapatkan air bersih yakni dengann proses koagulasi dan absorbsi dan ada juga yang menggunakan proses fisika yakni dengan cara penyaringan dan pengendapan.
kualitas air yang kita minum juga turut menentukan tingkat kesehatan kita. Standart air baku yang kita minum harus memenuhi tiga kriteria secara fisika, kimiawi dan biologi. secara fisik antara lain bisa dilakukan dengan melihat langsung tingkat kekeruhan, bau, rasa ,warna dan lain sebagainya.
secara kimia antara lain meliputi tingkat keasaman, kesedahan dan lain-lain.
Dan secara biologi antara lain tidak mengandung organisme patogen dan mikro organisme nonpatogen.
uji coba sederhana dengan mengunakan air teh;
masukkan air uji cuba kedalam gelas bening yang berisi air teh, kemudian diamkan air itu selama semalaman dalam keadaan terbuka, apabila terjadi perubahan warna, berlendir,dan terdapat lapisan minyak pada permukaan air, maka dapat disimpulkan air tersebut tidak dapat dijadikan bahan baku air minum.
Proses pengolahan air tanah menjadi air layak pakai (bukan untuk minum) yakni dengan proses penyaringan ternyata cukup ampuh, dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana kita sudah bisa mendapatkan air bersih untuk mandi dan kekeprluan lainnya. bahan yang digunakan antara lain: bak air, kerikil dan pasir. prosesnya adalah sebagai berikut:
masukkan kerikil kedalam bak air dan ratakan kemudian masukkan pasir diatasnya dan ratakan kembali kemudian tumpuk pasir tersebut dengan kerikil kembali dan ratakan dan terakhir masukkan pasir diatasnya kerikil tersebut sekali lagi. proses tersebut dinamakan juga filtrasi.